h1

Ujian Akhir Nasional, sebuah metode evaluasi belajar yang kontraversial

July 21, 2007

Kasus yang terjadi belakangan ini dalam dunia pendidikan adalah banyak siswa yang stress, bahkan bunuh diri dikarenakan tidak lulus ujian akhir nasional. Sehingga timbul kontraversi tingkat signifikansi dari pendidikan yang ada di Indonesia.

Ujian akhir nasional, bagi saya bukan merupakan suatu alat ukur akhir kemampuan seseorang. Kalau dilihat, ujian akhir nasional tidak menilai bagaimana hubungan sosial, track record pendidikan individu dari kelas 1 sampai dengan kelas 3 SMA. Bisa jadi, track record pendidikan individu itu baik dari kelas 1 – 3, tetapi mendapatkan hasil Ujian Nasional yang tidak baik bahkan mungkin bisa jadi tidak lulus, hal ini pun bisa berlaku sebaliknya. Sehingga, hal yang tidak dimengerti adalah proses pendidikan seseorang itu hanya dinilai dengan satu kali ujian nasional. Dengan kata lain, pendidikan seseorang selama 3 tahun itu tidak dianggap sama sekali.

Pendidikan itu sebenarnya bukan hanya menilai apakah nilai matematika mendapat 100, 90 atau yang lain, tetapi merupakan proses seorang individu untuk belajar memahami sesuatu. Dan ujian merupakan, evaluasi belajar seseorang selama satu semester atau cawu.

Pemikiran saya, mestinya ada sistem pembobotan, antara Ujian Nasional dan hasil pendidikan selama siswa menempuh di lembaga pendidikan. Bisa jadi Ujian Nasional 40% dan evaluasi belajar 60%. Tentunya hal ini mempertimbangkan tingkat signifikansi dari evaluasi sistem pembelajaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: